SISTEM MONITORING GAS H2S

1. MAKSUD DAN TUJUAN SISTEM MONITORING H2S
Sistem Monitoring H2S adalah sistem yang berfungsi untuk melakukan pemantauan adanya gas H2S dengan memanfaatkan peralatan-peralatan detektor H2S. Sistem Monitoring H2S dilakukan untuk mengetahui adanya paparan gas H2S pada suatu area tertentu sehingga dapat dilakukan tindakan-tindakan keselamatan dan kesehatan kerja yang berkaitan dengan bahaya gas H2S tersebut.

2. DETEKTOR GAS H2S
Detektor gas H2S adalah suatu alat yang mampu mendeteksi adanya gas H2S. Jenis-jenis peralatan deteksi gas H2S diantaranya adalah :

A. ELEKTRONIC DETECTOR H2S
Peralatan ini berfungsi untuk mendeteksi gas H2S dengan sistem electrik atau yang sering disebut dengan sensor H2S, yang terdiri dari komponen-komponen : head sensor, transmiter dan monitor. Pada prakteknya peralatan ini dapat ditemui dalam bentuk H2S Fixed Sensor dan H2S Personal Detector. Cara kerjanya adalah jika head sensor mendeteksi adanya gas H2S melalui reaksi kimia akan berakibat berubahnya nilai resistan, perubahan tersebut akan dikondisikan menjadi besaran arus atau tegangan pada transmiter untuk kemudian dapat diketahui nilai konsentrasi gas H2S tersebut. H2S Personal Detector dilengkapi dengan sistem alarm yang diset pada 10 PPM dan 20 PPM, Peralatan ini bersifat praktis, ringan, mudah dibawa-bawa, sensitif dan mudah dioperasikan.

B. H2S Tube Detector
H2S Tube Detector merupakan peralatan deteksi gas H2S berupa zat kimia yang akan bereaksi dengan gas H2S yang dikemas dalam bentuk batang kaca berskala. Cara penggunaannya adalah dengan menghisap sample gas H2S dan hasil reaksi akan ditunjukkan dengan perubahan warna yang kemudian dapat dihitung berdasarkan skala pembacaannya.

H2S Tube Detector terdiri dari
H2S MONITORING & SAFETY 5
berbagai macam ukuran / skala, sehingga dapat digunakan untuk mengukur konsentrasi gas H2S sampai pada tingkat tinggi. H2S Tube Detector hanya dapat digunakan sekali pakai.

3. FIXED MONITORING SYSTEM H2S
Fixed Monitoring System H2S adalah suatu sistem yang digunakan untuk memantau paparan gas H2S secara terus menerus pada posisi tetap. Perangkat tersebut terdiri dari:

A. SENSOR H2S
Sensor H2S adalah suatu perangkat yang berfungsi untuk mendeteksi adanya gas H2S. Untuk menjamin keberadaan Sensor H2S sebagai peralatan yang berhubungan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sensor H2S yang terpasang memiliki sertifikat resmi dari produsen dan sudah melalui pengujian berkala ( kalibrasi ). Prosedur kalibrasi dilakukan secara rutin minimal setiap 7 bulan sekali, sedangkan pengujian fungsi ( function test ) dilakukan setiap bulan dengan menyuntikkan gas H2S sample.

B. DATA AQCUISITION UNIT DAN KOMPUTER
Data Aqcuisition Unit adalah perangkat elektronik yang berfungsi menghubungkan sensor H2S dengan komputer, sedangkan komputer yang terdiri dari CPU sebagai pusat kontrol sistem monitoring, layar monitor sebagai media tampilan hasil monitoring dan printer untuk mencetak hasil monitoring. Sistem monitoring gas H2S yang digunakan merupakan sistem berbasis komputer dengan tujuan agar proses monitoring dapat termonitor akurat dan terkendali secara komputerisasi.

4. SISTEM ALARM
Sistem alarm merupakan perangkat yang berfungsi sebagai tanda peringatan awal jika terjadi paparan gas H2S. Perangkat ini terdiri dari : lampu kilat ( Strobo Light ) dan Sirene yang terhubung dengan sistem monitoring. Aktifasi perangkat alarm tersebut terkendali secara otomatis melalui perangkat komputer yang didasarkan pada hasil monitoring sensor H2S.

Sistem alarm sebagai peringatan awal terhadap paparan gas H2S di set pada konsentrasi sebagai berikut :

10 PPM ( LOW ALARM )
Jika konsentrasi H2S di udara sama dengan atau lebih dari 10 PPM, lampu tanda peringatan ( Strobo Light ) akan menyala secara otomatis.

20 PPM ( HIGH ALARM)
Jika konsentrasi H2S di udara lebih dari 20 PPM, lampu tanda peringatan dan sirene akan menyala secara otomatis.

Aktifitas pemboran dan produksi minyak, gas atau panas bumi sangat berpotensi terjadinya paparan gas H2S yang merupakan salah satu jenis gas beracun yang sangat berbahaya terhadap tubuh manusia. Berdasarkan kondisi tersebut maka Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja berkaitan dengan gas H2S sangat diperlukan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan para personal yang terlibat di dalam aktifitas tersebut dan masyarakat di sekitarnya. Peraturan tersebut harus diterapkan dan dijalankan pada setiap aktifitas pemboran dan produksi minyak, gas dan panas bumi.

© Hopelmar Bug Blower 26 Juni 2012